Headline News

Bertema Diabetes, Puncak Hari Kesehatan Sedunia Digelar Di Tangsel

SERPONG - Jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat. Data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2015, mengestimasikan penyandang diabetes di Indonesia sebanyak 10 juta orang. Hal tersebut patut menjadi perhatian utama para pegiat di bidang kesehatan dan oleh karenanya menjadi thema utama Puncak Peringatan Hari Kesehatan Sedunia di Pasar Modern BSD, Serpong, Minggu, 10 April 2016.

Kegiatan yang dihelat di Pasar Modern BSD, Serpong ini dihadiri Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek, Gubernur Banten Rano Karno, Walikota Airin Rachmi Diany, wakil Walikota Benyamin Davnie, menejemen Sinar Mas Land serta ratusan kader kesehatan.

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengatakan, permasalahan ini membutuhkan perhatian khusus masyarakat terhadap penyakit pembunuh nomor tiga di Indonesia pada tahun 2014 ini. "Karena angkanya juga cukup besar bahkan di Indonesia 30 persen saja terdiagnosis, sedangkan 70 persen tidak diketahui," ungkap Menteri Nila .

Ia menyebutkan tiga kata kunci untuk mengantisipasi diabetes. Yakni pencegahan, kemudian jika sudah terdeteksi maka harus dilakukan pengobatan, dan apabila sudah dalam tahap lanjut maka ke depannya yang dilakukan adalah lawan diabetes. "Jika tidak dicegah, angka penyandang diabetes diperkirakan meningkat menjadi 16,2 juta pada tahun 2040. Diabetes merupakan penyebab kematian terbesar nomor tiga di Indonesia," ujarnya.

Untuk itu, ia meminta kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan mendeteksi dini penyakit. Apalagi Kemenkes punya beberapa fasilitas untuk memeriksa kesehatan. "Saat ini kita permudah lagi masyarakat, antara puskesmas ke rumah Anda ada posbindu PTM (pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular), dengan itu kita harapkan lebih banyak lagi masyarakat yang mau memeriksa gula darahnya," terangnya.

Menkes lanjutkan, tren penderita diabetes saat ini sudah bergeser. Tidak saja usia 40 tahun ke atas, diabetes juga mulai diderita anak-anak. “Kita terapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari Diabetes,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno menambahkan, masyarakat agar mengubah pola hidup menuju sehat dengan sering berolahraga dan cek gula darah secara rutin. Semua anggota keluarga. “Kita harus mulai hidup sehat. Manfaatkan sraana kesehatan di di lingkungan, Puskesmas maupun rumah sakit milik daerah,” ujarnya.

Pada kegiatan ini juga, Menkes Nila Farid Moeloek menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang dan pengelola Pasar Modern BSD. Soalnya, baru pertama kalinya pasar modern menyediakan mini laboratorium untuk mengantisipasi pedagang yang menjual makanan berbahaya.

Setelah penandantanganan kerjasama, Kemenkes yang didampingi Managing Director President Office Sinar Mas Land, Dhony Rahajoe lalu mengunjungi Pasar Modern BSD. Di lokasi tersebut, Kemenkes memantau kegiatan para pedagang makanan basah, sayur mayur, ikan serta penjulan makanan cepat saji.

Dhony Rahajoe, Managing Director President Office Sinar Mas Land dalam siaran persnya mengungkapkan, ”Sinar Mas Land selalu mendukung penuh upaya pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk mengkampanyekan pencegahan penyakit Diabetes terhadap masyarakat luas. Kami juga berharap lewat MoU dengan BPOM, kami dapat bekerjasama maksimal membangun Mini Lab Pengujian Bahan makanan sehingga mengurangi penggunaan bahan berbahaya pada makanan yang tersaji di Pasar Modern BSD City.”

Dhony Rahajoe menjelaskan, mini lab yang sudah dibangun BSD City tetap dalam pengawasan dan tanggung jawab BPOM. Dengan dibangun Laboratorium ini, bukan berarti BSD menjamin keamanan pangan dari barang-barang yang dijual di pasar modern, namun BSD berperan aktif dalam menciptakan pangan aman dan sehat. “Setelah dioperasikannya mini lab, maka bahan pangan yang dijual di pasar modern BSD akan disampling secara berkala oleh petugas Mini Lab tersebut,” katanya.

Menurutnya, kerjasama ini upaya pengembangan pasar yang sehat dan aman, ”Kami bekerjasama dengan BPOM setempat untuk pembinaan pedagang tradisional dan penyediaan sarana laboratorium guna pengetesan kandungan zat yang dilarang pada bahan pangan tertentu sehingga akan tercipta pasar modern yang sehat dan aman,” pungkasnya. (bpti-ts3).