Headline News

Lomba TTG Kota Tangsel Diikuti 50 Peserta

Serpong - Sebanyak 50 peserta mengikuti lomba tehnologi tepat guna (TTG) tingkat kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini digelar di Mall Teras Kota BSD, Serpong selama tiga hari. Selasa hingga Kamis, 29-31 Maret 2016.

 

Kelima puluh peserta tersebut berasal dari mahasiswa dan pelajar tingkat SMA. Pembukaan lomba TTG dibuka langsung Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Pada kegiatan ini juga dihadiri Kepala BPMPPKB Apendi, Staf Ahli Bidang pemerintahan Chaerul Saleh serta perwakilan dari Puspiptek, BPPT dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT).

Walikota Airin Racmi Diany dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini sangat penting bagi kemajuan Kota Tangerang Selatan sebagai kota cerdas dan modern. Inovasi dari peserta dapat dimanfaatkan masyarakat. "Tehnologi tepat dan inovasi dari peserta diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat," ungkapnya.

Menurutnya, tahun lalu prestasi yang diraih cukup memuaskan. Kota Tangsel mewakili Provinsi Banten dalam lomba TTG tingkat nasional di Aceh mendapatkan juara dua. "Prestasi ini harus dipertahankan. Kalau bisa lebih baik lagi," katanya.

Untuk itu, Pemkot Tangsel mendorong agar pendidikan tehnologi lebih ditingkatkan. Di Kota Tangsel terdapat Puspiptek dan BPPT yang dapat membantu peserta menciptakan tehnologi baru. "dengan Puspiptek dan BPPT bisa kita lakukan kerja sama untuk menciptakan inovasi baru," katanya.

Sementara Kepala BPPMPKB Kota Tangsel Apendi menuturkan, menciptakan dan inovasi tehnologi dalam menghadapi MEA. Sehingga dapat bersaing dengan negara lain dalam hal inovasi tehnologi. "Tehnologi yang ditampilkan dari peserta harus bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Salah satu juri Suramin Diro menjelaskan penilaian dari tim juri mencakup aspek akademis, substansi, lingkungan, pemanfaatan, tehnik serta ekonomi.

"Bobot penilaian akademis 50 persen, teknis 20 persen, ekonomis 20 Persen, presentasi 10 persen. Untuk kreatif untuk Tangsel sudah bagus," terang juri dari Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal (PDT).

Inovasi yang ditampilkan di.antaranya, security house system dari SMAN 3, Portable Baby & Infant Transporter dari SMK Darma Karya Pamulang, CPU Mobile dari SMK Pustek Serpong Utara, Snapback dari SMA Pembangunan Jaya Pondok Aren. (bpti-ts3)