Headline News

Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang Buka ULP di BSD

SERUT, WEB TANGSEL-Masyarakat yang berdomisili di Kota Tangerang Selatan dan sekitarnya kini sudah semakin mudah serta dekat untuk memperoleh pelayanan pengajuan rekomendasi penerbitan paspor. Pendirian kantor Unit Layanan Paspor (ULP) di Kota Tangerang Selatan juga berlaku di empat kota-kota besar lainnya di Indonesia.

 

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengungkapkan, layanan demikian dapat memberikan efisiensi waktu dan biaya bagi masyarakat. Sebelumnya, kepengurusan pembuatan paspor di Kota Tangsel masih menginduk di Kantor Imigrasi Kota Tangerang. Tentunya dengan jarak tempuh ke lokasi yang lebih jauh.

"Makin dekat tempat pengurusan (paspor), pasti biaya transportasi lebih sedikit. Begitu juga waktu yang bakal dihabiskan," ungkapnya saat menghadiri Soft Launcing ULP Kota Tangerang Selatan di Ruko Golden Boulevard Blok E/5-6, Lengkong Karya, Kecamatan Serpong Utara, Rabu, 30 Desember 2015.

Program demikian, lanjut Wakil Walikota Benyamin, secara tidak langsung tersinergi dengan kebijakan pemerintah daerah yang menekankan pelayanan masyarakat secara cepat, mudah, dan aman. Di Kota Tangsel, peningkatan layanan tahun ini sudah berjalan lewat program Sistem Pelayanan Perizinan Online yang diberi nama Simponi.

"Lewat program Simponi, pengurusan seperti pengajuan IMB, Izin Lingkungan, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), maupun Tanda Daftar Perusahaan (TDP) sudah bisa lewat online. Waktu yang diperlukan hanya beberapa jam saja," ujarnya.

Mulai Rabu (30/12), layanan pembuatan paspor beroperasi di Kota Tangserang Selatan (Tangsel). Selain lebih mendekatkan ke masyarakat, layanan tersebut untuk mengantisipasi praktik percaloan. Khusus warga Kota Tangsel, saat ini pengajuan pembuatan paspor dapat dilakukan lebih dekat dan mudah di Unit Layanan Paspor (ULP) Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang yang beralamat di Ruko Golden Boulevard Blok E Nomor 5-6, BSD, Serpong.

"Dioperasikannya ULP di beberapa wilayah untuk lebih mendekatkan pelayanan pembuatan paspor bagi warga negara kita. Pengajuan tidak hanya berlaku buat masyarakat Kota Tangsel, tapi juga yang berdomisili dari tempat lain. Makin banyak ULP yang beroperasi, maka dapat mempercepat layanan, karena tidak terkonsentrasi di satu atau beberapa tempat saja," terang Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangerang, Apit disela launching Kantor ULP di BSD, Serpong, Rabu (30/12).

Jangka waktu penerbitan paspor maksimal dapat dikeluarkan tiga hari setelah proses pembayaran dipenuhi oleh pemohon. Informasi persyaratan pengajuan pembuatan paspor sudah terpampang di masing-masing kantor ULP.

"Syarat pengajuan adalah fotocopy KTP, Kartu Keluarga, akte lahir atau ijasah. 15 menit sebelum layanan mulai dibuka pada pukul 08.00, kita juga berikan penjelasan langsung ke pemohon. Itu kita berikan supaya pemohon lebih jelas lagi terkait proses pengajuannya," paparnya.

Untuk kepengurusan langsung di ULP dapat dilakukan mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB dengan kuota 200 berkas. Sementara, prosesnya juga dapat dilakukan secara online yang dapat diakses lewat laman www.imigrasi.go.id. Hanya saja, kendati tidak dibatasi jumlah pemohon, kepengurusan secara online berlangsung hingga pukul 14.00.

"Pengurusan langsung pengajuan paspor di kantor memang harus dibatasi tiap harinya, supaya tidak terjadi penumpukan berkas. Beda dengan kepengurusan online, jumlahnya tidak dibatasi," katanya.

Menurut Apit, saat ini praktik percaloan pembuatan paspor pada dasarnya sudah dapat diatasi dengan adanya kepengurusan secara online. Tidak hanya proses pemberkasan, keamanan dan kenyamanan lebih terjaga, lantaran pembayaran langsung dilakukan ke bank rekanan.

"Kalau sudah ada layanan online, sebenarnya calo sulit bermain. Setoran langsung ke Bank BNI sebesar Rp 355.000. Sementara, pembayaran baru dapat dilakukan di satu bank. Kedepan baru bisa dilakukan ke bank lainnya," jelasnya. 

Sekretaris‎ Direktorat Jenderal Imigrasi, Ida Bagus K Adnyana mengatakan, animo warga Kota Tangsel yang mengajukan penerbitan paspor tergolong tinggi.  "Dari tiga kantor imigrasi yang ada di Provinsi Banten rata-rata setiap bulannya melayani 6.587‎ orang pemohon pembuatan paspor," katanya.

Menurutnya, dua Kantor Imigrasi Kelas 1‎ di Provinsi Banten yang lainnya berada di Kota Serang dan Cilegon. Sementara di area Tangerang, setiap bulannya  jumlah warga pemohon pembuatan paspor mencapai 4.700 orang yang mayoritas bermukim di Kota Tangsel.

Begitupun pemohon paspor dari kalangan Warga Negara Asing jumlahnya cukup signifikan. Adnyana sebutkan, para ekspatriat yang mengurus paspor mencapai 4.400 orang. Domisili asal pemohon paspor pun sama, warga asing itu sebagian besar bermukim di Kota Tangsel. "Setiap hari warga Tangsel yang mengurus paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Tangsel sampai berkisar 250 orang, bahkan bisa lebih," jelasnya.

Atas dasar itulah akhirnya diputuskan perlu didirikan kantor ULP di Kota Tangsel. Direktorat Jenderal Imigrasi menyewa gedung kantor pembuatan paspor ini sampai lima tahun ke depan. Pada tahun ini kantor ULP di berbagai daerah lainnya se-Indonesia juga mulai resmi dioperasikan. 

Keempat daerah yakni, di Banjarmasin, Makassar, Medan dan Semarang. Kebijakan strategis mengoperasikan ULP ‎agar pelayanan pembuatan paspor bisa semakin mudah dijangkau oleh masyarakat. Komitmen ini sesuai tujuan awal digulirkannya reformasi birokrasi berbagai bidang pelayanan.

"Jadi lebih efisien waktu dan biaya yang mesti dikeluarkan masyarakat ketika mengurus pembuatan paspor," kata Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Banten, Susi Susilowati, di lokasi yang sama.(bpti-ts)