Headline News

Program Pembangunan Rumah Layak Huni Libatkan Warga Sekitar

SERPONG, WEB TANGSEL - Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman (DTKBP) Kota Tangsel akan membangun sebanyak 200 rumah layak huni di tahun 2016 mendatang. 
Untuk itu DTKBP Tangsel melakukan Sosialisasi Program Rumah Layak Huni kepada para pemilik material (toko bahan bangunan), Ketua RT/RW serta staf Kelurahan terkait dengan kontrak pola swakelola yang menggunakan tenaga kerja dan bahan bangunan dari toko setempat yang dilaksanakan di Remaja Kuring, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel pada Kamis, 17 Desember 2015.

 

Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman Carsono menjelaskan dengan konsep swakelola, maka dinas wajib menggunakan tenaga kerja setempat dan mengadakan sebagian bahan bangunan dari toko bahan bangunan (umum) setempat. 
Untuk itu pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada para pemilik material yang ada di Tangsel, “Pelajaran tahun lalu, banyak pemilik bahan bangunan atau material yang tidak mau dihutangin karena takut tidak dibayar, dan banyak pemilik material di Tangsel yang belum memiliki NPWP dan ijin usaha, sehingga tidak bisa mengambil barang disana,” jelasnya.

Dengan adanya sosialisasi kepada pemilik material, diharapkan di 2016 ini banyak material yang bisa bekerja sama dengan DTKBP dalam pemenuhan bahan bangunan untuk bedah rumah ini. “Saya berharap adanya sosialisasi kepada pemilik material dapat membantu kita dalam proses pengiriman bahan bangunan kepada pemilik rumah yang rumahnya sedang dibangun,” katanya.

Carsono menjelaskan, berdasarkan usulan musrenbang 2015, ada sebanyak 200 rumah yang akan dibedah di 2016 ini. “Ada sekitar 200 usulan yang disampaikan dalam bentuk proposal yang ditujukan ke Walikota Tangsel dengan tembusan disampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), pengusulan hanya diterima pada saat Musrenbang, pengajuan usulan diluar musrenbang tidak dapat dijadikan dasar pemerintah daerah mengakomodir usulan untuk direalisasikan,”jelasnya.

Sementara, salah seorang pemilik material di kawasan Ciputat Yusuf menjelaskan, pihaknya sebelumnya, masih ragu dengan sistem ini, namun setelah mendengar paparan dan penjelasan, maka dia bersedia mengutangkan barang materialnya terlebih dahulu dengan perjanjian yang jelas. “Kalau dibayarnya jelas waktunya, kami akan kasih,” pungkasnya. (bpti-ts)