A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): open(/home/bappedatangsel/tmp/sess_qsr4373ab7ge4c62imbsl2f5v6, O_RDWR) failed: Permission denied (13)

Filename: libraries/Session.php

Line Number: 57

Portal Bappeda Kota Tangerang Selatan
Headline News

40 Pasangan Suami Istri Lakukan Isbat Nikah

SETU, WEB TANGSEL - Masih banyak pasangan suami istri di wilayah Kelurahan Muncul Kecamatan Setu belum memiliki akta pernikahan, bahkan ada pasangan yang sudah 26 tahun menikah belum memiliki akta.

 

Melihat hal tersebut, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota Tangerang Selatan menyelenggarakan isbat nikah yang berlangsung di kantor Kelurahan Muncul Kecamatan Setu  pada Jumat, 18 Desember 2015.

Kabid Pemberdayaan Perempuan pada BPMPPKB Tangsel Listya mengatakan, ada 40 pasang suami istri yang disahkan pernikahanya dalam pelaksanaan isbat nikah yang diselenggarakan BPMPPKB Tangsel bekerjasama dengan pengadilan Tigaraksa.

Listya menjelaskan bahwa dengan adanya Isbat nikah, pernikahan pasangan yang dulu belum dicatatkan di KUA kini memiliki legalitas resmi sesuai hukum ketatanegaraan. “Legalitas nikah ini sangat diperlukan bagi masyarakat yang akan membuat akte kelahiran anak-anaknya, kemudian juga pengurusan administrasi lain-lainnya yang berhubungan dengan pembuatan kelengkapan identitas kependudukan,” ujar Listya.

Oleh sebab itu, pasangan yang belum memiliki surat nikah kita fasilitasi. Sebab di Tangsel masih terdapat masyarakat yang belum sadar pentinya kepemilikian surat nikah. Seperti halnya pasangan Ading Alex (53) dan Munah (42) sudah 26 tahun menikah dirinya tidak memiliki akta pernikahan.

Ading menjelaskan, jaman dulu nikah yah nikah, gak ada ke pengadilan agama, pakai amil. “Kita mah orang kampung, kalau nikah di amil, jadi gak ngurusin surat nikah,” ungkapnya.

Bapak lima orang anak ini sangat senang karena selama 26 tahun menikah secara syara' akhirnya sekarang dia bisa memiliki buku nikah. “Dapat kabar didaftarkan diisbat nikah, senang banget, akhirnya saya punya buku nikah,” katanya.

Tidak hanya Ading yang senang mempunyai buku nikah, pasangan Sarikuding (48) dan Rohaya (41) pun sangat senang. “Saya sudah 24 tahun nikah, namun tidak punya buku nikah, sekarang disyahkan perasaannya senang banget,” kata Rohaya. (bpti-ts)