Headline News

Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan DPKP Bagikan 35 Ribu Bibit Cabe

SETU, WEB TANGSEL - Sayuran jenis cabe merupakan bagian dari kebutuhan hidup sehari-hari di bidang pangan. Setiap dapur yang ada di rumah tangga atau di rumah makan dipastikan membutuhkan cabe. Mengingat begitu pentingnya tanaman sayuran jenis Cabe, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Tangerang Selatan melalui menyentuhnya melalui kegiatan nyata yaitu penyuluhan bercocok tanam cabe dan pembagian bibit cabe kepada warga Kecamatan Setu.
 
Pembagian bibit cabe tersebut dilakukan langsung oleh Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany kepada perwakilan 100 orang warga dari masing-masing Kelurahan yang ada di Kecamatan Setu. Pada kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Kademangan pada Rabu, 16 Desember 2015 ini, Kepala DPKP Tangsel Dadang Raharja menjelaskan bahwa pembagian bibit cabe merupakan sebuah konsep awal mensikapi kenaikan harga cabe yang signifikan beberapa waktu yang lalu. Untuk menekan tingginya harga cabe, Walikota Tangsel memerintahkan DPKP untuk membagikan pohon cabe kepada masyarakat Tangsel.

Untuk itu, DPKP melakukan pembagian sebanyak 35 ribu cabe kepada masyarakat di Kecamatan Setu, yang juga dijadikan sebagai pilot project untuk tananam cabe. “Kita membagikan setiap warga Setu masing-masing 10 pohon cabe atau bibit cabe yang ditanam di Polybag, mereka kita ajarkan bagaimana cara menanam cabe dan melakukan perawatan di rumah mereka masing-masing,” jelasnya.

Untuk menyukseskan kegiatan penanaman cabe di masing-masing rumah warga di Kecamatan Setu, Dadang mengingatkan masyarakat untuk belajar menanam cabe dengan sungguh-sungguh. Menanam cabe di pekarangan rumah adalah salah satu cara mudah untuk mendapatkan cabe dengan mudah dan murah tentunya.

Seperti diketahui, cabe adalah satu jenis tumbuhan yang sangat digemari masyarakat Indonesia, banyak masakan yang terasa kurang nikmat tanpa kehadiran cabe. Namun sayangnya, harga cabe suka berfluktuasi di pasar. Jika musim panen tiba, harganya murah. Tapi terkadang juga suka mahal.

Supaya terhindar dari kenaikan harga cabe, tentu ada baiknya kalau menanam cabe di pekarangan rumah saja. Selain nyaris tanpa modal, cabe yang ditanam sendiri juga segar. “Kalau suatu saat stok cabe di dapur habis, kita bisa memetik sendiri cabenya di pot, tanpa harus repot pergi ke pasar,” ungkapnya.

Sementara Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengapresiasi kegiatan ini. Walikota berharap pembagian bibit cabe ini tidak hanya dilakukan di Kecamatan Setu saja, namun bisa di enam kecamatan lainnya. “Pembagian bibit cabe ini mempunyai dampak yang besar bagi masyarakat, dengan melakukan perawatan bibit cabe, kita bisa mengurangi biaya untuk kebutuhan dapur di bahan masak yang satu ini, sehingga bisa membantu warga untuk mengurangi pengeluaran,” ungkapnya.

Perlu diketahui, masyarakat Setu tidak hanya dibagikan bibit cabe, namun mereka diajarkan untuk melakukan perawatan tumbuhan tersebut. “Dengan begitu mudah-mudahan dapat meningkatkan dan menggerakan kesadaran masyarakat akan pentingnya menanam cabe, serta meningkatkan partisipasi kelompok wanita tani dalam penyediaan sumber pangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan sebagai upaya tambahan kebutuhan dapur dan tambahan pendapatan keluarga,” terang Walikota Airin.(bpti-ts)